Membangun Self-Awareness Di Era New Normal

 


Penulis : Ghea Rae Sabrina



Sebagian dari kita mungkin belum tahu apa itu self-awareness dan memahami seberapa penting self-awareness dalam saat memasuki era new normal ini? Keadaan yang harus kita hadapi saat ini adalah era new normal, setelah hampir dua tahun pandemi berlangsung dan banyak masalah yang dialami oleh semua orang. Banyak dampak yang telat dirasakan, seperti banyak usaha yang akhirnya gulung tikar, tidak luput juga perusahaan akhirnya harus menghentikan paksa karyawannya. 

Dampak lain yang terjadi pada pandemi covid - 19 ini adalah perlambatan ekonomi global. Banyak orang yang kehilangan pekerjaannya juga secara mental tertekan karena finansial yang terus menurut. Selain itu, akibat dari social distancing harus diterapkan dengan begitu kita tidak mendapatkan dukungan emosional dari orang - orang yang dicintai.  Sedangkan manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Di masa krisis seperti ini sangat penting bagi seseorang untuk meningkatkan self-awareness. 

Dalam situasi yang seperti ini self-awareness atau biasa disebut dengan kesadaran diri adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki karena kemampuan ini membuat seseorang bertahan dalam keadaan apapun yang dihadapinya. Self-awareness sendiri artinya keadaan dimana individu dapat memahami sendiri dengan setepat-tepatnya  dengan menyadari dengan sadar mengenai pikiran, perasaan dan mengevaluasi diri. 

Kesadaran diri atau self-awareness adalah keadaan seseorang yang dapat memahami keadaan dirinya sendiri dan yang dapat mengendalikan emosinya sesuai dengan lingkungannya serta dapat memahami kelemahan dan kelebihannya. Self-awareness harus dimiliki sejak  dini, agar seseorang  merasa percaya diri dan mudah berinteraksi dengan orang lain untuk membangun masa depannya. Apa yang ada dalam pikiran  menjadi  tindakan, dan tindakan  menjadi kebiasaan yang membentuk karakter  seseorang. Karakter ini dapat menentukan masa depan seseorang.  

Self-awareness meliputi 5 keterampilan, yang pertama adalah pengenalan emosi, yaitu kemampuan seseorang untuk mengetahui emosi yang ada dalam dirinya. Di prasekolah, anak-anak memahami dan masih belajar bagaimana mengekspresikan dan mengendalikan emosi mereka. Peran orang tua sangat mempengaruhi terbentuknya rasa disiplin diri. Orang tua harus memberikan kebebasan kepada anak-anak mereka untuk mengekspresikan kekuatan mereka dan menerima kelemahan mereka.

Lalu bagaimana kita meningkatkan self-awareness di era new normal ini?

Self-awareness membutuhkan pemeriksaan diri. Namun sadarilah kita harus menganalisis diri kita sendiri dengan jujur dan tidak menghakimi diri sendiri, adalah hal yang tidak mudah. Karena kita cenderung menyalahkan diri sendiri untuk kegagalan yang kita alami atau sebaliknya tentang betapa hebatnya diri sendiri. Padahal sebenarnya tidak seperti itu keadaannya. Kita semua memiliki perpaduan sifat yang unik yaitu baik dan buruk, akan tetapi sebagian besar tidak menyadarinya. Untuk merefleksikan diri secara objektif, kita perlu menenangkan pikiran dan membuka hati kita, memaafkan diri sendiri atas ketidaksempurnaan yang kita miliki dan memberikan pujian saat yang tepat. 

    Meningkat self-awareness akan sikap yang salah atau perilaku yang tidak pantas dilakukan memerlukan ketenangan pikiran, waktu perhatian dan fokus. Mengetahui sebelumnya bahwa kita memang dapat berubah dengan cara yang positif melalui kesadaran diri yang lebih dalam membuatnya layak untuk mengerjakan kualitas pribadi yang paling kita hargai. Tetapi pertama-tama, kita harus melihat ke dalam diri kita sendiri melalui pemeriksaan diri untuk melihat apa yang ada di sana, yang seringkali kurang jelas daripada yang kita pikirkan.

Berikut adalah beberapa saran untuk bisa membangun self-awareness :

  1. Menyatu dengan alam

Jalan-jalan lah, terutama ke tempat-tempat alam. Pikiran cenderung  mengembara bersama kaki kita melangkah. Dengan begitu, kita dapat memeriksa bagian kita dalam sesuatu yang terjadi dalam hidup kita sekarang—di tempat kerja, dalam situasi sosial, dalam hubungan kita, atau di dalam lingkungan. keluarga.

  1. Berlatih mindfulness dapat meningkatkan self-awareness 

Mindfulness mirip dengan self-awareness karena keduanya berhubungan dengan mengarahkan pikiran kita secara sadar ke dalam untuk menjadi lebih sadar akan keadaan batin kita, untuk mengamati pikiran dan keyakinan kita, dan untuk memperhatikan apa yang memicu emosi kita saat emosi itu naik dan turun. Perhatian penuh mencakup perhatian terfokus pada saat itu untuk apa pun yang dilakukan dan melibatkan praktik seperti meditasi atau ketenangan pikiran.

  1. Menjadi pendengar yang baik dapat meningkatkan kesadaran diri.

"Keluar dari diri kita sendiri" dengan berfokus pada orang lain adalah penangkal yang baik untuk menghentikan spiral pemikiran yang merusak diri sendiri. Dengan bersikap terbuka kepada orang lain, kita dapat belajar mendengarkan secara objektif, bahkan dengan penuh kasih, apa yang ingin atau perlu dibagikan oleh orang tersebut. Ini, pada gilirannya, membantu mengajari kita cara mendengarkan dialog dan pendapat batin kita sendiri secara objektif dan penuh kasih.




SUMBER REFERENSI 

Anthony K. Tjan (2015, Februari 11) 5 Ways to Become More Self-Aware. Retrieved from  https://hbr.org/2015/02/5-ways-to-become-more-self-aware


Caroline Forsey (2018, Mei 11) The True Meaning of Self-Awareness (& How to Tell If You're Actually Self-Aware). Retrieved from  https://blog.hubspot.com/marketing/self-awareness

Comments