Tolong Mereka! Agresif VS Mutism People


Normal-normal saja sebagai orangtua, mungkin akan menghadapi perilaku agresif anak, seperti tantrum, berteriak-teriak, dan menangis jika keinginannya tidak dipenuhi. Atau kadang kala melihat sang anak enggan berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain yang baru dia kenal.

Namun sebagai orang tua, sudah menjadi kewajibannya untuk menjaga sang buah hati dan memberikan yang terbaik untuk anak. Seperti halnya, selalu memastikan kondisi mental anak selalu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Apa itu kondisi Agresif  anak dan apa itu Mutism People, dalam artikel kali ini kita akan memahami lebih lanjut ke-dua hal tersebut.

Menurut Kartono (2000), Agresif adalah kemarahan yang meluap-luap dan orang melakukan serangan secara kasar dengan jalan yang tidak wajar. Orang yang memiliki sifat agresif akan cenderung (ingin) menyerang sesuatu yang dipandang sebagai hal atau situasi yang mengecewakan, menghalangi, atau menghambat mereka.

Mutisme adalah ketika seseorang mengalami hilangnya percakapan yang proporsional dan kehilangan kemampuan untuk memproduksi seluruh bunyi. Sedangkan Mutism People adalah subjek atau orang yang mengalami kelainan yang disebut mutisme seleksi, merupakan gangguan kecemasan yang parah yang terjadi ketika seseorang tidak dapat berbicara dalam situasi sosial tertentu, seperti dengan teman sekelas di sekolah atau dengan kerabat yang jarang mereka temui.

Hal ini umumnya dimulai selama masa kanak-kanak. Jika tidak diobati, dapat bertahan hingga dewasa. Seorang anak atau orang dewasa dengan mutisme selektif tidak menolak atau memilih untuk tidak berbicara, hingga benar-benar tidak dapat berbicara. Seseorang yang mengidap ini akan mengalami perasaan panik ketika berbicara dengan orang tertentu, seperti demam panggung yang buruk dan kesulitan untuk berbicara.


  1. Faktor Penyebab Agresif VS Mutism People

Faktor Penyebab Agresif :

  1. Frustasi 

Terjadi apabila seseorang terhalang oleh suatu hal dalam mencapai suatu tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapan atau tindakan tertentu. 

  1. Amarah

Marah merupakan emosi yang memiliki ciri-ciri aktivitas sistem saraf parasimpatik yang memunculkan perasaan tidak suka yang sangat kuat terhadap hal yang nyata-nyata salah ataupun tidak sehingga memicu hinaan dan ancaman yang mengarah pada agresif. 

Peran belajar model kekerasan

Anak-anak dan remaja banyak menyaksikan adegan kekerasan. Melalui televisi dan juga “games” ataupun mainan yang bertema kekerasan. Proses peniruan tersebut sangat mempengaruhi agresivitas seseorang. 

  1. Proses pendisiplinan yang keliru 

Pendidikan disiplin yang otoriter dengan penerapan yang keras terutama dilakukan dengan memberikan hukuman fisik, dapat menimbulkan berbagai pengaruh yang buruk bagi remaja.


Faktor Penyebab Mutism People :

  1. Kecemasan yang berlebihan

Data menunjukan lebih dari 90% anak mengalami mutism selektif juga turut mengalami fobia pada keramaian dan mengalami kecemasan berlebihan secara sosial saat bertemu orang lain. Anak akan merasa panik seperti perasaan demam panggung ketika harus bersosialisasi dengan orang lain

  1. Diturunkan dari keluarga

Ternyata mutism yang dialami anak juga bisa terjadi dikarenakan turunan dari keluarga. Jadi periksalah apakah sebelumnya di keluarga pernah ada yang mengalami mutism, kemudian pahami kondisi anak jika mengalami mutism seperti sering cemas, tantrum atau marah berlebihan, mudah merasa malu, dan sulit tidur.

  1. Kelainan atau proses rangsangan sensorik

Beberapa kasus menunjukan anak mutism memiliki kelainan rangsangan sensorik. Kelainan ini ditunjukkan melalui sensitivitas anak yang dialami secara berlebihan terhadap rangsangan suara, cahaya, sentuhan, rasa, atau bau. Kelainan ini menyebabkan respon emosional sang anak sehingga mudah merasa frustasi dan cemas pada kondisi sosial tertentu.


  1. Tanda-tanda Seseorang Mengalami Agresif VS Mutism People

Tanda-tanda Orang Agresif :

  1. Mempertahankan haknya tanpa mempedulikan hak orang lain.

Orang yang agresif biasanya akan lebih bersikap egois dan keras terhadap apa yang dianggapnya benar dan miliknya, ditambah lagi mereka akan mempertahankan hal tersebut tanpa mempedulikan pendapat atau hak orang lain.

  1. Menyampaikan keluhan dengan sikap meledak-ledak.

Mungkin akan kewalahan jika harus kerja sama dengan orang agresif. Jangan menghadapi mereka dengan emosional, karena mereka akan selalu meledak-ledak secara emosional terlebih dahulu dalam menanggapi suatu hal termasuk menyampaikan pendapat, protes, dan keluhan.

  1. Mengkonfrontasi kembali dalam merespon sesuatu.

Kecenderungan orang agresif adalah sifat konfrontasi yang dibawa atau kebiasaan yang selalu memicu peperangan atau permusuhan. Hal ini terjadi karena emosional mereka yang tidak stabil dan tidak terkendali saat merespon berbagai hal dan kondisi di sekitar.

Tanda-tanda Mutism People :

  1. Menghindari kontak mata saat diajak bicara.

  2. Kerap merasa gugup dan gelisah saat berada di lingkungan baru, bertemu dengan orang baru, dan sulit bersosialisasi.

  3. Pemalu dan sulit untuk bergaul.

  4. Raut wajah yang kaku dan tegang. Hal ini dikarenakan orang mutism memiliki sifat pemalu dan tidak mudah dalam bergaul serta mengutarakan bahasa mereka kepada lawan bicara atau orang lain.

  5. Hanya menggerakkan kepala untuk tiap jawaban apabila ditanya. Terkadang mutism people karena mengalami masalah dalam berkomunikasi sehingga mereka akan cenderung lebih nyaman menggunakan bahasa non-verbal sebagai ganti respon mereka.


  1. Cara Mengatasi Agresif VS Mutism People

Cara Mengatasi Anak Agresif :

  1. Tetap Tenang

Ketika seorang anak mengekspresikan banyak emosi dan orangtua menghadapinya dengan emosi, agresi anak akan semakin meningkat. Sebagai gantinya, cobalah untuk memberi contoh cara mengatur emosi pada anak.

  1. Jangan menyerah pada tantrum Ketika anak mulai menunjukan perilaku tantrum, jangan menyerah. Beri waktu agar anak lebih tenang dan memeluknya.

  2. Hargai perilaku baik anak Hargai perilaku yang baik, bahkan ketika anak kita tidak melakukan apa pun yang luar biasa.

  3. Bantu anak belajar mengekspresikan emosi, contohnya membantu anak mengekspresikan emosi dengan mengucapkan atau menggunakan kata-kata simpel dan mudah dilakukan. Cara ini dapat membantunya memahami apa yang dirasakan dan mendorongnya untuk mengekspresikan emosi dengan kata-kata bukan dengan cara fisik.


Cara Mengatasi Mutism People :

  1. Berikan anak dukungan moral

Memberikan pengertian pada anak akan membuatnya merasa nyaman dan dapat mengurangi kecemasan berlebihannya secra perlahan.

  1. Jangan memaksa anak

Memaksan akan hanya akan memperburuk kondisinya. Berikan pengertian pada mereka dan orang-orang yang mereka temui untuk memahami kondisi yang dialami karena anak memiliki sifat pemalu yang berlebih dan belum berani untuk bicara.

  1. Menemui Psikiater atau Terapis Anak

Orang tua bisa menemui psikiater atau terapis untuk membantu anak mengatasi rasa cemas yang berlebihan. Seperti terapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan jenis pengobatan yang paling sering dipakai untuk mengatasi kondisi ini.

  1. Terapi Wicara Atasi Mutisme

Terapi wicara adalah sebuah terapi yang berguna untuk mengatasi masalah berbicara pada seseorang yang berfokus pada peningkatan kemampuan bicara dan kemampuan anak untuk memahami dan mengekspresikan bahasa, termasuk bahasa non-verbal.


“Selain itu, Yayasan Cintai Diri Indonesia juga menyediakan layanan konseling dengan Psikolog atau peer counselor. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik link berikut ini: taplink.cc/loveyourself_indonesia"



Referensi :

Comments

Artikel