Gangguan Psikosomatis, Penyakit yang Berasal dari Pikiran?

 


Pada umumnya di masyarakat, seseorang yang mengalami penyakit fisik disebabkan oleh kuman, bakteri, atau faktor imun di dalam tubuh. Tetapi, tak jarang juga pikiran dapat menyebabkan gejala – gejala penyakit fisik. Kondisi tersebut dinamakan gangguan Psikosomatis. 

Istilah Psikosomatis sendiri terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu psykhe yang memilikiri arti pikiran, dan somatikos yang berarti tubuh.

Dilansir dari laman ugm.ac.id, menurut dr. Noor Asyiqah Sofia seorang Spesialis Penyakit dalam Konsultan Psikosomatis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, menjelaskan Psikosomatik merupakan gangguan atau penyakit dengan gejala – gejala yang menyerupai penyakit fisik yang disebabkan oleh faktor psikologis atau peristiwa psikososial tertentu. Hal itu umumnya terjadi akibat kurangnya kemampuan adaptasi seseorang dalam menghadapi stress.

Sebagai contoh jika seseorang setelah membaca gejala – gejala covid-19 kemudian, ia mengalamai  gejala yang mirip dengan penyakit tersebut, selanjutnya seseorang tersebut melakukan pemeriksaan ke dokter. Namun ternyata hasilnya normal. Nah disitulah adanya interelasi antara psikis dengan soma atau tubuh. 


Gejala - Gejala yang Muncul Ketika Psikosomatis

Pengidap gangguan Psikosomatis akan merasakan gejala – gejala pada tubuhnya sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Pada beberapa kasus, rasa cemas dan stress yang berlebihan bisa menyebabkan gejala seperti:

  • Mual dan muntah
  • Tubuh berkeringat
  • Sakit kepala tanpa sebab
  • Detak jantung yang semakin mengencang
  • Sesak nafas
  • Nyeri di bagian dada
  • Perut tidak enak
  • Kulit gatal


Jenis Gangguan Psikosomatis

Tedapat tiga jenis gangguan Psikosomatis, berdasarkan gejala dan kondisi yang dirasakan pengidapnya, seperti:

  • Tipe pertama, tipe ini merupakan yang paling ringan yaitu berupa gejala – gejala yang muncul akibat pikiran yang berlebih. 
  • Tipe kedua, pada tipe ini ganguan psikologis seperti depresi yang diakibatkan oleh penyakit medis yang parah, contohnya seperti seseorang yang divonis mengidap penyakit kanker. 
  • Tipe ketiga, dikenal dengan somatoform, yaitu munculnya gejala fisik yang murni karena faktor psikologis dan mental, bukan penyakit fisik yang disebabkan oleh oleh kuman, bakteri, atau faktor imun di dalam tubuh.



Perlu diingat jangan
self-diagnosis ya, untuk mengetahuinya kamu harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut, yuk ikut Webinar Semarak Jiwa Merdeka yang diadakan oleh Love Yourself Indonesia dengan tema “Psikosomatis”. Webinar tersebut menggunakan zoom meeting, kamu cukup membayar Rp 15.000 dan bisa mendapatkan banyak manfaat.

Narasumber: Eunike Setiawati, M.Psi., Psi

Tanggal/Waktu: Minggu, 29 Agustus 2021 (10.00 - 12.00 WIB)

Fasilitas yang didapatkan:

  • E-Certificate
  • Soft File Materi
  • Free Counseling
  • Doorprize senilai Rp 50.000
Link pendaftaran: bit.ly/EventSemarakJiwaMerdeka

Narahubung:

0895361146612 (Nadia Aninda)

085664744021 (Syena Meuthia)

Penulis: Nabilah Nafabrianti (Universitas Pancasila Fakultas Ilmu Komunikasi)

Refrensi:
S, Muhammad Hanif. (2020, Juli 03). Stress Berlebihan hingga Sakit? Awas Kena Gangguan Psikosomatis!. https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/penyakit/mengenal-gangguan-psikosomatis-akibat-stres-dan-pikiran/ 

Ika. (2020, Agustus 25). Pakar UGM Berikan Tips Cegah Psikosomatis di Tengah Pandemi Covid-19. https://www.ugm.ac.id/id/berita/19937-pakar-ugm-berikan-tips-cegah-psikosomatis-di-tengah-pandemi-covid-19 


https://sardjito.co.id/2019/10/30/mengenal-psikosomatis/ 




Comments

Artikel