Psikologi Positif, Sebuah Upaya Menuju Hidup Bahagia


Kehadiran Psikologi Positif

Selama ini, ilmu Psikologi telah banyak membahas tentang berbagai macam hal yang berkaitan dengan masalah kekurangan, gangguan mental atau abnormalitas yang dimiliki oleh manusia. Fokus ilmu Psikologi terhadap sisi negatif manusia memiliki porsi yang lebih banyak dari fokus terhadap sisi positif manusia. Sementara itu, kehadiran orang-orang sehat tanpa gangguan mental tidak bisa diabaikan, kondisi ini mendorong munculnya pertanyaan, “bagaimana  fungsi Psikologi bagi orang-orang yang tidak memiliki gangguan mental?”. Hingga pada tahun 1998, Martin E.P Seligman memperkenalkan kepada dunia tentang aliran “Psikologi Positif”.
Psikologi positif atau positive psychology merupakan studi yang membahas tentang bagaimana manusia bisa mencapai kehidupan yang berkualitas dengan mengelola emosi-emosi positif yang ada didalam dirinya (Taufik, 2012). Beberapa cakupan fokus dari psikologi positif. Diantaranya adalah kebahagiaan dan well being (Carr, 2004). Kehadiran psikologi positif tidak berarti menggantikan atau menghilangkan kajian tentang gangguan kesehatn mental dan sebagainya, tetapi peran psikologi positif lebih untuk memberikan informasi tambahan bahwa kajian psikologi tidak mengabaikan eksistensi pengalaman-pengalaman positif manusia seperti bahagia, bersyukur dan lain-lain.

Psikologi Positif bagi Kebahagiaan Manusia

Psikologi positif menyebutkan bahwa kehidupan manusia dapat lebih bermakna jika manusia mengoptimalkan sisi positif yang ada di dalam dirinya secara maksimal. Adapun sisi positif yang dimaksudkan dalam psikologi positif adalah optimisme, keberanian, kejujuran, baik hati, semangat, kepedulian, keadilan, berysukur dan lain-lainnya (Seligman, 2002).  
Terdapat tiga cara untuk meraih kebahagiaan menurut Selignman. Tiga  cara ini merupakan bagian dari konsep psikologi positif, yaitu:

1. Have a pleasant life 
Yaitu menikmati hidup dengan hal-hal yang menyenangkan. Namun tetap ingat, bersenang-senang disini bukan berarti menerapkan sikap hedonisme. Sebab perilaku hedonisme tidak termasuk ke dalam konsep psikologi positif. Menikmati hidup dalam hal ini adalah apapun kondisi dan keadaan yang dimiliki, kita tetap bisa bahagia dengan hidup kita.

2. Have a good life
Yaitu kita mampu merasakan “flow” atau menyatu kedalam setiap kegiata atau pekerjaan yang kita kerjakan. Sehingga kita tidak terbebani dan tidak banyak mengeluh ketika harus berkativitas. 

3. Have a meaningful life
Yaitu hidup yang bermakna. Dengan menerapkan psikologi positif maka kita akan memiliki semangat untuk terus bersyukur, memiliki tendensi untuk bermanfaat dan memberikan kontribusi untuk yang lain. 

Kebahagiaan memang akan semakin menjauh ketika kita kejar. Maka dari itu tugas kita hanya berusaha untuk keep positive dalam setiap kondisi, supaya kita bisa menikmati dan bersyukur atas segala karunia dna nikmat yang kita miliki, dengan inilah kita bisa merasakan kebahagiaan. 



Ditulis oleh : Dinar Salsabilla (Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang)


Referensi 
Taufik. (2012). Positive Psychology : Psikologi Cara Meraih Kebahagiaan, Prosiding Seminar Nasional Psikologi Islami. (Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta)
Yudhawati, Dian. (2018). IMPLEMENTASI PSIKOLOGI POSITIF DALAM
PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MAHASISWA, Jurnal Psycho Idea.

Comments

Artikel