Manajemen Stress? Penting ngga ya untuk Diri Kita


Setiap individu pasti mengalami yang namanya stress. Stress tersebut bisa datang kapan saja dan darimana saja, misalnya stress karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, stress karena ekspektasi tidak sesuai dengan realita, stress karena keadaan yang tidak kunjung membaik seperti pandemic Covid-19 dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa memunculkan stress.
Berbicara mengenai pandemic Covid 19 yang berdampak pada semua lini kehidupan termasuk kesehatan mental. Survey menunjukkan bahwa 56% ibu rumah tangga mengaku stress dan mengalami gejala kecemasan, sulit tidur dan mudah marah (CNN Indonesia, 2020). Dalam survey lain yang di lansir dari Kompas.id (15/5/2020) menyebutkan bahwa 95% keluarga di Indonesia mengalami stress akibat dari pandemic Covid 19.
Berdasarkan penelitian dari Putri D.A., Sambodo S.R., dan Retna T.A., (2017)  menunjukkan bahwa dari mahasiswa 6 semester program Diploma III (D3) dan mahasiswa 8,5 semester program Sarjana (S1) memiliki tingkat stress ringan (35%), stress sedang (57,4%) dan stress berat (4,0%).
Menurut WHO terdapat tanda-tanda yang menunjukkan seseorang mengalami stress, diantaranya yaitu mudah marah atau tersinggung, sulit focus atau berkonsentrasi, merasa cemas secara terus menerus, merasa kuwalahan dengan kegiatan yang dilakukan sehari-hari, mood swing atau suasana hati gampang berubah-ubah, perubahan pola tidur, dan lain sebagainya. Misalnya saja dalam lingkungan kerja, jika karyawan mengalami stress karena pekerjaan yang menumpuk dan tidak segera mengatasinya maka akan menyebabkan penurunan pada kinerjanya.
Setiap individu pasti punya cara yang berbeda dalam menghadapi stress yang ada dalam dirinya. Stress dapat berdampak positif jka dikelola dengan baik dan benar, namun stress akan berdampak negative pada kesehatan fisik dan mental jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karenanya penting bagi setiap individu untuk mengelola stress yang ada dalam dirinya. 
Nah, gimana sih cara mengelola stress dengan baik itu? Simak artikelnya sampai selesai yaa!!!!!

Manajemen stress merupakan suatu upaya tentang bagaimana individu mengkontrol atau mengatur stress dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan hidup. Menurut Segarahayu (2013), manajemen stress bertujuan untuk mengenal penyebab stress dan mengetahui teknik-teknik mengelola stress, dengan begitu individu dapat menguasai stress dalam kehidupannya, manajemen stress bukan hanya sekedar mengatasi stress tapi juga menanggulanginya secara adaptif dan efektif.
Menurut Taylor (2013), manajemen stress terdiri dari 3 tahapan yaitu
1. Tahap pertama, individu akan mempelajari definisi dari stress itu sendiri dan mengidentifikasi asal muasal stressor yang meuncul dalam kehidupannya.
2. Tahap kedua, individu akan memperoleh dan mempraktekkan ketrampilan untuk mengatasi stress.
3. Tahap ketiga, individu akan mempraktekkan teknik manajemen stress yang ditargetkan dan mengawasi dan mengevaluasi keefektifan teknik tersebut.

Cara mengelola stress 
Terdapat banyak teknik dalam manajemen stress, namun teknik-teknik tersebut belum tentu  sesuai dengan kondisi masing-masing individu. Nah, untuk mengetahui teknik tersebut sesuai dengan kondisi kalian atau tidak, maka kalian perlu untuk mencoba dan menjalani satu persatu, kemudian pilih mana yang paling sesuai dengan kondisi diri kalian.
Dibawah ini terdapat beberapa teknik manajemen stress diantaranya yaitu:
Menurut PMI (Palang Merah Indonesia, 2015 dalam Muh. Muslim, 2020) dalam buku Panduan Manajemen Stress menjelaskan terdapat 5 teknik manajemen stress diantaranya yaitu
1. Mengenali diri sendiri
Mengenali diri dengan cara mengetahui kelemahan serta kelebihan, hal-hal yang disukai dan yang tidak disukai, dengan begitu dapat membantu untuk menetapkan tujuan hidup. Dengan mengenal diri, akan lebih mudah untuk menentukan cara atau strategi yang tepay untuk mengurangi stress yang ada dalam diri.
2. Peduli dengan diri sendiri
Setelah mengetahui dan mengenal diri sendiri, maka kebutuhan dan kewajiban dalam diri akan terlihat. Dengan memenuhi kebutuhan dalam diri merupakan salahsatu cara untuk mengatur stress. Peduli dengan diri sendiri dapat dimulai dengan mencoba melakukan ppola hidup sehat, bersosialisasi, serta membuat perencanaan kegiatan yang realistic dan melakukan hobi.
3. Memperhatikan keseimbangan
Keseimbangan yang dimaksud  adalah menyelaraskan lima aspek pemeliharaan diri yaitu aspek mental emosional, aspek intelektual, aspek fisik, aspek spiritual, dan aspek rekreasional.
4. Bersikap proaktif 
Artinya bersikap proaktif dalam mencegang terjadinya gangguan stress dengan merawat kelima aspek pemeliharaan diatas dengan baik dan rutin agar menjadi sosok yang resilien dan memiliki kemampuan dan kekuatan lebih dalam menghadapi stress
5. Sinergi
Dari keempat langkah diatas adalah satuan proses yang perlu dilakukan secara berurutan dan terpadu dengan kehendak dan kesadaran penuh untuk bangkit dari keterpurukan dan stress.

Diana Ballesteros dan Janis Whitlock (2009 dalam Moh. Muslim, 2020) menyebutkan terdapat dua jenis cara untuk mengelola stress diantaranya yaitu:
1. Strategi mengelola stress yang baik yaitu dengan berolahraga secara rutin, memiliki alokasi waktu untuk beristirahat dan perawatan diri, menyeimbangi antara bekerja dengan bermain, membuat manajemen waktu dan meditasi.
2. Strategi yang tidak baik dalam menghadapi stress yaitu dengan mengkonsumsi alcohol dan narkotika, melakukan kejahatan dan criminal, menunda-nunda pekerjaan, menyakiti diri sendiri dan makan/minum yang berlebihan.

Setiap individu memiliki berbagai cara untuk mengatasi stress yang ada dalam dirinya. Hal tersebut secara perlahan akan berubah menjadi kebiasaan jika dilakukan secara terus menerus. So, kelola stress mu dengan baik yaaa, jangan sampai stress yang ada dalam dirimu menghambat hidupmu. Terimakasih sudah membaca artikel ini. semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita yaaa. Sampai jumpa diartikel selanjutnya yaaa.


Ditulis oleh: Siti Aulin Ni’mah (Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang)

Referensi :
Ambarwati Putri D., Pinilih Sambodo S., Astuti Retna T., 2017. Gambaran Tingkat Stress Mahasiswa. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ). Universitas Muhammadiyyah Magelang
Muslim Moh., 2020. Manajemen Stress Pada Masa Pandemi Covid-19. Esensi: Jurnal Manajemen Bisnis. 23 (2).
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201111113804-255-568443/8-bulan-pandemi-56-persen-ibu-rumah-tangga-alami-stres  
https://hellosehat.com/mental/stres/manajemen-stres/
https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-manajemen-stress.html 
http://grhasia.jogjaprov.go.id/berita/371/manajemen-stress.html 

Comments

Artikel