Mahasiswa Simbol Prokrastinasi


Mahasiswa Simbol Prokratinasi?
Emang bener mahasiswa simbol dari prokrastinasi? 
Sebelum kita masuk dalam prokrastinasi, Tau ga si prokratinasi itu apa?
Menurut Brown dan Holzman, Prokartinasi adalah seseorang yang mempunyai kecenderungan untuk menunda, atau tidak segera memulai suatu pekerjaan. Penundaan pekerjaan yang dilakukan dalam prokrastinasi tidak muncul begitu saja. Kebanyakan dari yang melakukan penundaan memiliki alasan kenapa menunda pekerjaannya atau tidak mampu menyelesaikan tugas yang diterimanya bahkan sengaja tidak mengerjakan tugasnya. Pada umumnya, perilaku prokrastinasi terjadi pada proses akademik formal. Proses akademik biasanya membebankan banyak tugas pada mahasiswa dari tugas kuliah hingga tugas akhir atau skripsi. Diungkapkan oleh Ghufron (2010) bahwa prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik. 
Dari uraian itu, emang bener mahasiswa simbol prokartinasi? Tentu tidak. Tidak hanya mahasiswa, hampir semua orang pasti pernah melakukan prokartinasi. Baik itu anak-anak, remaja, dewasa atau bahkan lansia pernah emlakukan prokratinasi. Lalu apa saja ciri dari prokratinasi? Ciri prokratinasi adalah menunda pekerjaan hingga esok hari, hal ini sering kali dilakukan hingga batas akhir pekerjaan dikumpulkan. Penyebab dari prokratinasi ini adalah motivasi yang rendah untuk mengerjakan. Rendahnya motivasi dapat ditimbulkan dari perasaan-perasaan negatif, yaitu bosan, tekanan, ketakuan atau kecemasan. ketakutan lain yang ditumbulkan bisa jadi karen atakut apabila kuaitas pekerjaan yang dilakukan rendah sehingga ia memilih momen yang pas kapan untuk mengerjakannya dan takut mengalami stres saat mengerjakan tugas tersebut sehingga memilih untuk menghindari mengerjakannya sebisa mungkin, dan ada yang memilih untuk sengaja menunda tugas hingga detik terakhir agar mendapatkan dorongan untuk menyelesaikannya berkat kecemasan dan ketakutan atas sisa keterbatasan waktu yang ada. 

Dikutip dari pijar psikologi, berikut tips mengatasi perilaku prokartinasi 
1. Membentuk kelompok belajar
Terkadang ketika kita menemukan  kesulitan atau permasalahan dalam hal akademik, kia cenderung malas se hingga menunda pekerjaan tersebut, sehingga membentuk kelompok dapat menjadi solusi untuk mengatasi perilaku prokratinasi. Dengan kelompok belajar kita dapat sharing terkait tugas, mendiskusikan kesulitan dengan teman bisa menambah wawasan-wawasan baru agar tidak stuck dan mendapatkan jawaban dari permasalahan akademik. 
2. Manajemen waktu
Untuk mengurangi perilaku prokratinasi, buat dan pahamilah waktumu sendiri. Kamu dapat  mengatur wkatu 24 jam yang kamu miliki dengan efisien. Misalnya, berapa jam waktumu belajar, berapa jam waktumu bermain, tidur, dan kapan saatnya kamu harus memberi reward untuk dirimu sendiri.
3. Yakin terhadap Diri Sendiri
Tidak yakin pada diri sendiri dapat menjadi penyebab pekerjaan semakin tertunda. Sehingga meyakinkan diri bahwa kamu bisa itu sangat penting. Yakinlah bahwa pekerjaanmu benar, apabila salah pun itu wajar! Ayo coba lagi!
4. Jangan takut salah
Takut berbuat salah terhadap apa yang kita kerjakan cenderung menyebabkan penundaan. Berbuat salah itu wajar, tapi terlalu takut untuk bertindak perlu dikurangi. Ingatlah bahwa untuk menjadi benar itu tidak instan. Kita perlu untuk salah beberapa kali hingga kita tahu mana yang benar. Kerjakan dulu apa yang menjadi tugas kita. Lalu, belajarlah dari kesalahan kita untuk memperbaikinya di kemudian hari.
5. Mengurutkan Prioritas
Catatlah setiap kegiatan penting yang harus kamu lakukan setiap harinya. Kemudian, berilah urutan dari yang terpenting hingga yang tidak terlalu penting. Dengan begitu, kamu akan mudah untuk memprioritaskan kegiatan yang kamu lakukan sehingga bisa fokus melakukannya satu-persatu. Sebab manusia memang bisa melakukan berbagai kegiatan dalam satu waktu (multi-tasking), tapi itu juga tidak baik bagi otak kita.
6. Membuat Rincian Pekerjaan
Merinci setiap pekerjaan yang dimiliki dapat membantu mengurangi prokrastinasi. Contohnya, kamu diberi tugas kuliah untuk membuat sebuah penelitian. Tulislah langkah-langkah agar tugas tersebut bisa selesai. Misal, untuk melakukan sebuah penelitian, kita jadwalkan untuk melakukan observasi dan riset pendahuluan seminggu pertama. Setelah mendapatkan hasil observasi, di minggu kedua akan kamu gunakan untuk analisis temuan lapangan. Intinya, tuliskan tahap-tahap mu untuk menyelesaikan tugas itu secara sistematis.
7. Ingat Pada Tujuan Awal
Saat kita mulai malas dan merasa berat untuk sekadar membuka laptop, ingatlah tujuan kenapa kita hidup. Ingatlah apa cita-cita yang ingin kita raih.  Ingatlah bahwa dengan menunda pekerjaan yang ada, kita juga akan menunda terwujudnya cita-cita tersebut. Dengan demikian, saat kita ingat apa tujuan hidup kita, berdirilah dan lakukan yang terbaik.
8. Kurangi Menganggap Enteng Tugas
“Besok aja lah kukerjain, masih lama juga deadline nya”. Sering kita menganggap suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat, tapi setelah kita hadapi tugas itu ternyata tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Namun, setelah kita mengerjakan tugas tersebut, ternyata membutuhkan data-data yang valid, fakta-fakta terkini, atau berbagai keharusan yang membuat itu tidak bisa selesai dengan cepat. Akhirnya, kita meninggalkan pekerjaan itu dan menundanya lebih lama lagi. Sebaiknya kurangi menganggap enteng suatu pekerjaan. Ketika diumumkan tugas, sebisa mungkin mulailah mencari data-data atau informasi mengenai topik tersebut. Bertanyalah pada teman yang lebih mengerti mengenai topik tersebut. Agar nantinya kita tidak terjebak pada bias perencanaan.
9. Meningkatkan Kesadaran Diri
Kita harus mengingatkan diri sendiri terus menerus bahwa jika menunda satu pekerjaan akan berisiko pada banyak hal. Berusaha sepenuhnya sadar untuk mempertimbang segala resiko yang akan diterima dari penundaan merupakan salah satu cara agar terhindar dari prokrastinasi. Contoh, tugas membuat makalah yang seharusnya bisa bisa dikerjakan dalam waktu dua hari akan mengganggu tugas lainnya jika ditunda. Kita harus menyadari bahwa menunda pekerjaan juga akan berakibat buruk bagi kualitas diri kita. Saat menunda-nunda pekerjaan itu akan membuat kita semakin merasa kebingungan memilih prioritas.



Ditulis oleh Yasmin Fahrina I.A
(Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang Angkatan 2018).





Referensi
psychology.binus.ac.id
esaunggul.ac.id
repository.untag-sby.ac.id
pijarpsikologi.org

Comments

Artikel