Penulis : Ghea Rae Sabrina
Suasana hati (mood) merupakan salah satu aspek penting dalam kesejahteraan psikologis seseorang. Mood memengaruhi cara individu berpikir, mengambil keputusan, berinteraksi dengan orang lain, serta merespons berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mood berada dalam kondisi yang stabil dan positif, seseorang cenderung lebih produktif, lebih mampu menghadapi tekanan, serta memiliki kualitas hubungan sosial yang lebih baik.
Namun dalam kehidupan modern yang penuh tuntutan, banyak orang mengalami fluktuasi suasana hati yang cukup signifikan. Tekanan pekerjaan, kelelahan mental, paparan informasi yang berlebihan, serta konflik interpersonal sering kali membuat seseorang merasa mudah lelah secara emosional. Dalam kondisi seperti ini, individu sering kali mencari solusi besar untuk memperbaiki kondisi emosionalnya, seperti mengambil cuti panjang atau melakukan perubahan drastis dalam hidup.
Padahal, penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas mood. Rutinitas harian yang sederhana dapat membantu menyeimbangkan sistem biologis dan psikologis sehingga individu lebih mampu menjaga kondisi emosinya.
Berikut lima kebiasaan sederhana yang dapat membantu meningkatkan mood secara berkelanjutan.
1. Memulai Hari dengan Rutinitas yang Konsisten
Cara seseorang memulai hari memiliki dampak signifikan terhadap kondisi emosional sepanjang hari tersebut. Rutinitas pagi yang terstruktur dapat memberikan rasa stabilitas psikologis dan membantu otak mengatur ekspektasi terhadap aktivitas yang akan dijalani.
Secara psikologis, rutinitas menciptakan predictability, yaitu rasa keteraturan yang membuat individu merasa lebih aman dan terkendali. Ketika seseorang memiliki pola aktivitas yang konsisten, otak tidak perlu menghabiskan terlalu banyak energi kognitif untuk membuat keputusan kecil sejak awal hari. Hal ini membantu mengurangi decision fatigue, yaitu kelelahan mental akibat terlalu banyak keputusan yang harus diambil.
Rutinitas pagi yang sederhana dapat mencakup aktivitas seperti bangun pada waktu yang sama setiap hari, melakukan peregangan ringan, menikmati sarapan secara sadar, atau menuliskan rencana kegiatan harian. Kebiasaan ini membantu otak memasuki kondisi yang lebih siap dan terorganisasi untuk menghadapi berbagai tuntutan sepanjang hari.
2. Aktivitas Fisik untuk Mengaktifkan Sistem Emosi Positif
Aktivitas fisik memiliki hubungan yang kuat dengan regulasi emosi. Ketika tubuh bergerak, sistem saraf memicu pelepasan berbagai neurotransmitter yang berkaitan dengan perasaan positif, seperti endorfin, dopamin, dan serotonin.
Endorfin dikenal sebagai hormon yang membantu mengurangi rasa sakit sekaligus meningkatkan perasaan nyaman. Dopamin berperan dalam sistem penghargaan otak yang berkaitan dengan motivasi dan rasa puas, sementara serotonin membantu menstabilkan suasana hati serta mengurangi kecemasan.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan sekalipun dapat memberikan dampak positif terhadap mood. Berjalan kaki selama 15–20 menit, melakukan yoga ringan, atau sekadar melakukan peregangan dapat membantu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan energi mental.
Selain itu, aktivitas fisik juga membantu menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol, sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan seimbang secara emosional.
3. Mengelola Paparan Informasi dan Stimulasi Emosional
Di era digital, manusia hidup dalam lingkungan yang dipenuhi oleh stimulus informasi. Media sosial, berita online, serta berbagai platform komunikasi membuat individu menerima arus informasi yang hampir tidak pernah berhenti.
Meskipun informasi memiliki nilai penting, paparan yang berlebihan dapat meningkatkan beban kognitif dan emosional. Berita negatif, konflik sosial, serta fenomena perbandingan sosial di media digital sering kali memicu perasaan cemas, tidak aman, atau tidak puas terhadap diri sendiri.
Oleh karena itu, salah satu kebiasaan penting untuk menjaga mood adalah dengan mengelola konsumsi informasi secara sadar. Hal ini dapat dilakukan dengan membatasi waktu penggunaan media sosial, menghindari konsumsi berita yang terlalu intens, serta memberikan waktu bagi otak untuk beristirahat dari stimulus digital.
Dengan mengurangi overstimulasi informasi, individu dapat memberikan ruang bagi sistem psikologis untuk memproses pengalaman emosional secara lebih sehat.
4. Melibatkan Diri dalam Aktivitas yang Memberi Makna
Salah satu faktor penting yang memengaruhi kesejahteraan psikologis adalah keberadaan aktivitas yang memberikan rasa makna dalam kehidupan. Aktivitas yang bermakna tidak selalu berkaitan dengan pencapaian besar, tetapi dapat berupa kegiatan sederhana yang memberikan rasa keterlibatan dan kepuasan pribadi.
Dalam psikologi positif, kondisi ketika seseorang sepenuhnya terlibat dalam suatu aktivitas disebut sebagai flow, sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Mihaly Csikszentmihalyi. Dalam kondisi flow, individu merasakan fokus yang mendalam serta kehilangan kesadaran terhadap waktu karena sepenuhnya terlibat dalam aktivitas yang dilakukan.
Kegiatan seperti membaca, menulis, melukis, berkebun, atau belajar keterampilan baru dapat membantu seseorang memasuki kondisi flow. Aktivitas ini tidak hanya membantu mengalihkan perhatian dari pikiran negatif, tetapi juga meningkatkan rasa kompetensi dan kepuasan pribadi.
Dengan demikian, melibatkan diri dalam aktivitas yang bermakna dapat membantu meningkatkan kesejahteraan emosional secara berkelanjutan.
5. Memelihara Koneksi Sosial yang Positif
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang membutuhkan hubungan dengan orang lain. Interaksi sosial yang sehat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan emosional serta memberikan dukungan psikologis ketika individu menghadapi tekanan hidup.
Hubungan sosial dapat memberikan berbagai manfaat psikologis, seperti meningkatkan rasa keterhubungan, memperkuat identitas diri, serta memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman emosional.
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki jaringan sosial yang kuat cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah serta tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi. Bahkan interaksi sosial yang sederhana, seperti berbincang dengan teman atau keluarga, dapat membantu meningkatkan perasaan positif.
Koneksi sosial juga membantu individu mendapatkan perspektif baru terhadap masalah yang dihadapi sehingga beban emosional terasa lebih ringan.
Mood yang stabil dan positif tidak selalu bergantung pada perubahan besar dalam kehidupan. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kesejahteraan emosional.
Rutinitas pagi yang terstruktur, aktivitas fisik ringan, pengelolaan konsumsi informasi, keterlibatan dalam aktivitas bermakna, serta menjaga hubungan sosial merupakan langkah sederhana yang dapat membantu seseorang menjaga keseimbangan emosinya.
Dengan membangun kebiasaan-kebiasaan tersebut secara bertahap, individu dapat mengembangkan kapasitas psikologis yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai tekanan kehidupan sekaligus menciptakan hari-hari yang terasa lebih ringan dan bermakna.
Daftar Pustaka
Csikszentmihalyi, M. (1990). Flow: The Psychology of Optimal Experience. New York: Harper & Row.
Fredrickson, B. L. (2001). The role of positive emotions in positive psychology. American Psychologist, 56(3), 218–226.
Lyubomirsky, S. (2007). The How of Happiness: A Scientific Approach to Getting the Life You Want. New York: Penguin Press.
Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A Visionary New Understanding of Happiness and Well-being. New York: Free Press.
World Health Organization. (2022). Mental health and well-being. Geneva: WHO.
Comments
Post a Comment